Tingkatkan Sanitasi Lingkungan, PPK Ormawa BEM KM Psikologi UNY Usung Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik di Kulon Progo

KULON PROGO, UNY – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat, tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM KM Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun 2026 melaksanakan aksi nyata kesehatan lingkungan bertajuk DARMA BUMI. Program pengabdian ini dipusatkan di Dusun Duren Sawit, Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.

Program DARMA BUMI dirancang secara strategis untuk merespons potensi ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pendekatan pemberdayaan berbasis masyarakat. Melalui jargon "1 Rumah 1 Jumantik" (Juru Pemantau Jentik), mahasiswa diajak berkolaborasi bersama relawan Agenpsy, kader kesehatan lokal, serta warga sekitar untuk menggerakkan budaya pencegahan DBD secara mandiri dan berkelanjutan yang dimulai dari lingkungan keluarga terkecil.

Pendekatan Partisipatif dan Kerja Bakti Lingkungan

Pelaksanaan kegiatan DARMA BUMI tidak sekadar menyampaikan informasi satu arah, melainkan mengedepankan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Pelaksanaan diawali dengan tahapan koordinasi intensif bersama para kader kesehatan dan tokoh masyarakat setempat guna menyamakan persepsi serta memetakan wilayah kerawanan penumpukan air.

Setelah koordinasi selesai, tim mahasiswa, relawan Agenpsy, dan masyarakat turun langsung melangsungkan aksi gotong royong kebersihan lingkungan di pemukiman warga Dusun Duren Sawit. Fokus utama dari kegiatan ini adalah penyisiran dan pemeriksaan tempat-tempat penampungan air (TPA) serta wadah-wadah yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti, baik di dalam area rumah maupun halaman luar.

Selain menjadi sarana sanitasi, aksi gotong royong ini terbukti berhasil mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan kembali semangat kebersamaan, dan meningkatkan kepedulian kolektif warga terhadap kondisi kebersihan lingkungan sekitar.

Inovasi Lembar Ceklis Mandiri "1 Rumah 1 Jumantik"

Salah satu terobosan utama dalam program DARMA BUMI adalah pendistribusian dan edukasi penggunaan Form Ceklis Pemantauan Jentik Mandiri. Lewat instrumen ini, setiap kepala keluarga didorong untuk bertindak sebagai Jumantik bagi rumahnya sendiri.

Melalui lembar ceklis ini, warga diajak untuk secara rutin mencatat, mengawasi, dan mengevaluasi keberadaan jentik nyamuk pada berbagai wadah air yang kerap luput dari perhatian, seperti bak mandi, tempat penampungan dispenser, tatakan pot bunga, hingga kelereng air peliharaan. Edukasi langsung diberikan mengenai cara mengenali kondisi air yang sudah terkontaminasi jentik serta tindakan korektif yang perlu segera dilakukan (menguras, menutup, dan mendaur ulang).

Dengan mekanisme ini, masyarakat yang sebelumnya pasif hanya sebagai objek penerima sosialisasi kini bertransformasi menjadi agen aktif pencegahan penyakit berbasis lingkungan.

Kontribusi Nyata Terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Pelaksanaan program DARMA BUMI oleh PPK Ormawa BEM KM Psikologi UNY 2026 secara langsung memberikan kontribusi strategis terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:

  • SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)

Program ini mendukung upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularan penyakit menular berbasis lingkungan (Demam Berdarah Dengue) melalui deteksi dini jentik nyamuk serta peningkatan pola hidup bersih dan sehat di level rumah tangga.

  • SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan)

Melalui gerakan kebersihan gotong royong dan kesadaran sanitasi berbasis komunitas, DARMA BUMI membantu menciptakan lingkungan permukiman desa yang lebih aman, resilien, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.

  • SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)

Program ini membangun sinergi multipihak yang solid antara institusi perguruan tinggi (mahasiswa dan akademisi UNY), organisasi kepemudaan (Agenpsy), pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat lokal Banjaroyo dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan daerah secara kolaboratif.

Dampak Berkelanjutan dan Harapan Ke Depan

Bagi mahasiswa UNY, program DARMA BUMI memberikan pengalaman berharga untuk mempelajari dinamika sosial serta kearifan lokal masyarakat Dusun Duren Sawit. Interaksi intensif ini tidak hanya mengasah soft skills mahasiswa dalam mengelola intervensi komunitas, tetapi juga memperkuat rasa empati sosial.

Melalui penguatan kebiasaan pemantauan jentik secara berkala dan mandiri ini, DARMA BUMI diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan mampu mentransformasi pola pikir masyarakat Banjaroyo. Dari satu rumah, satu kepedulian, dan aksi bersama secara konsisten, lingkungan masyarakat yang lebih sehat dan bebas dari bahaya DBD dapat terwujud secara berkelanjutan.