Dari Krayon hingga Donasi, Mahasiswa Psikologi UNY Dukung Pemulihan Pendidikan Anak-Anak Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada November 2025 tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam program KKN Kelompok 20 Sukajadi Paya Bujuk menghadirkan program pemulihan pendidikan dan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Fadhila Aureliya Putri Samsudin, mahasiswa Fakultas Psikologi UNY, bersama rekan satu tim dari berbagai program studi, yaitu Syifa Nur Istiqomah (PJSD), Abna Agiel Restuning (Pendidikan Teknik Otomotif), Wahyu Setyo Nugroho (PGSD), dan M. Haikal Putra Zati (Pendidikan Geografi). Program tersebut dilaksanakan di Desa Sukajadi Paya Bujuk, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, selama periode KKN pada 10 Januari hingga 3 Februari 2026, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Kuncoro Asih Nugroho, S.Pd., M.Pd., M.Sc. Setibanya di lokasi, tim KKN menemukan banyak siswa yang datang ke sekolah tanpa perlengkapan belajar yang memadai karena buku, pensil, dan alat tulis mereka rusak atau hanyut terbawa banjir. Sementara itu, proses pemulihan pascabencana di wilayah tersebut masih lebih berfokus pada perbaikan infrastruktur, sehingga kebutuhan pendidikan dan dukungan psikososial anak-anak belum sepenuhnya terpenuhi.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, mahasiswa melaksanakan dua kegiatan utama. Pertama, penggalangan donasi alat tulis yang dilakukan secara daring dan luring. Melalui kegiatan ini, tim berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp2.165.000 yang kemudian dibelanjakan menjadi paket alat tulis berupa buku tulis, pensil, pensil warna, dan penghapus. Paket tersebut selanjutnya diserahkan kepada TK Islam Miftahul Khairi dan SD Negeri Paya Kulbi untuk didistribusikan kepada siswa yang paling terdampak banjir. Kegiatan kedua berupa pendampingan psikososial melalui aktivitas menggambar dan melukis ekspresif. Sebanyak sekitar 135 anak mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 35 siswa TK dan lebih dari 100 siswa SD. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diberikan kebebasan penuh untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman mereka melalui gambar tanpa batasan tema maupun penilaian.

Pendekatan berbasis seni ini menjadi media katarsis yang membantu anak-anak menyalurkan emosi serta membangun kembali rasa percaya diri setelah mengalami bencana. Suasana yang awalnya kaku perlahan berubah menjadi hangat ketika anak-anak mulai antusias menunjukkan hasil karya mereka kepada para pendamping. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi anak-anak di desa tersebut. Semangat mereka untuk kembali berangkat ke sekolah meningkat dari hari ke hari, bahkan keterbatasan pakaian akibat banjir tidak mengurangi antusiasme mereka untuk belajar. Anak-anak yang sebelumnya pendiam dan tertutup juga mulai menunjukkan keberanian untuk berinteraksi dan mengekspresikan diri.

Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa Fakultas Psikologi UNY dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas serta SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui pendekatan psikologis yang sederhana namun bermakna, mahasiswa berupaya membantu anak-anak bangkit kembali dan menemukan kembali keceriaan mereka setelah bencana. Bagi masyarakat Desa Sukajadi Paya Bujuk, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan bantuan perlengkapan belajar, tetapi juga menghadirkan ruang aman bagi anak-anak untuk pulih, berekspresi, dan kembali merasakan kegembiraan dalam proses belajar.