Mahasiswa Fakultas Psikologi UNY Laksanakan Pendampingan Psikososial bagi Siswa Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, Januari 2026 – Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak. Menanggapi situasi tersebut, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam program KKN Kemanusiaan UNY 2026 turut berkontribusi dalam upaya pemulihan psikososial bagi siswa terdampak banjir di SDN Medang Ara, Desa Kebun Medang Ara, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Salah satu mahasiswa Fakultas Psikologi yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Bella Christina, yang menjadi bagian dari tim KKN Kemanusiaan UNY 2026 Kelompok 24. Melalui program pendampingan psikososial yang dilaksanakan sepanjang Januari 2026, mahasiswa berupaya membantu siswa memulihkan kondisi emosional serta membangun kembali semangat belajar mereka setelah mengalami bencana banjir.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi pascabanjir yang memengaruhi aktivitas belajar dan kesejahteraan emosional siswa. Sejumlah anak menunjukkan perubahan perilaku seperti menurunnya motivasi belajar, keterlibatan sosial yang terbatas, serta kondisi emosional yang belum sepenuhnya stabil. Sementara itu, proses penanganan pascabencana di wilayah tersebut lebih banyak difokuskan pada pemulihan infrastruktur dan distribusi bantuan logistik, sehingga kebutuhan psikososial anak belum sepenuhnya tertangani secara optimal.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa menghadirkan program pendampingan psikososial sebagai bentuk intervensi awal untuk membantu siswa menstabilkan kondisi emosional mereka. Program ini bertujuan membangun kembali rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan kembali motivasi belajar siswa yang terdampak banjir.

Program pendampingan dilaksanakan secara bertahap setiap akhir pekan selama Januari 2026 dengan melibatkan sekitar 100 siswa sebagai peserta. Kegiatan berlangsung di lingkungan SDN Medang Ara dan dirancang dalam beberapa sesi yang saling berkesinambungan. Rangkaian kegiatan dimulai pada 15 Januari 2026 dengan sesi psikoedukasi mengenai motivasi belajar. Dalam sesi ini, mahasiswa memberikan pemahaman sederhana tentang pentingnya menjaga semangat belajar meskipun berada dalam situasi yang penuh tantangan.

Setelah sesi penyampaian materi, siswa diajak mengikuti aktivitas kreatif dengan membentuk kertas sesuai imajinasi mereka, seperti bintang, hati, atau simbol lain yang mereka sukai. Pada media tersebut, siswa kemudian menuliskan cita-cita mereka sebagai bentuk refleksi diri dan harapan masa depan. Hasil karya siswa kemudian ditempelkan pada karton besar sehingga membentuk sebuah “galeri harapan” yang dapat dilihat oleh seluruh siswa.

Pada awal kegiatan, sebagian siswa tampak masih pasif dan ragu untuk terlibat. Namun suasana perlahan berubah menjadi lebih hangat dan interaktif ketika proses kreatif berlangsung. Para siswa mulai menunjukkan antusiasme, berani memperlihatkan hasil karya mereka, serta berbagi cerita mengenai cita-cita yang mereka tuliskan.

Kegiatan dilanjutkan pada 28 Januari 2026 melalui sesi seni kreatif pembuatan kolase. Dalam aktivitas ini, siswa diberikan lembar gambar yang telah disiapkan sebelumnya, kemudian dibagikan kertas origami berwarna yang dapat dipotong dan ditempel sesuai kreativitas masing-masing. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya dilatih mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus, tetapi juga diberikan ruang untuk mengekspresikan diri secara visual. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup dengan siswa yang saling berdiskusi, berbagi bahan, serta menunjukkan hasil karya mereka kepada teman maupun pendamping.

Rangkaian kegiatan ditutup pada 31 Januari 2026 dengan perlombaan dan permainan kelompok yang melibatkan seluruh siswa. Kegiatan diawali dengan pengarahan di lapangan sekolah serta sambutan dari Kepala SDN Medang Ara yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pendampingan ini. Perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba mewarnai serta permainan kelompok seperti joget kursi dan estafet air. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kerja sama, sportivitas, serta membantu siswa menyalurkan energi dan emosi secara positif dalam suasana yang menyenangkan.

Selain kegiatan terstruktur, mahasiswa juga membuka ruang dialog informal dengan para siswa. Dalam momen tersebut, beberapa anak secara spontan menceritakan pengalaman mereka saat banjir terjadi, kondisi rumah dan keluarga, hingga perasaan yang mereka rasakan setelah kejadian tersebut. Mahasiswa memberikan respons secara suportif dengan mendengarkan secara aktif, memberikan penguatan positif, serta membantu siswa memahami dan mengekspresikan perasaan mereka secara lebih sehat.

Pelaksanaan program ini menunjukkan dampak positif bagi para siswa. Secara bertahap, siswa yang sebelumnya tampak pasif mulai menunjukkan peningkatan keterlibatan dalam kegiatan, lebih berani menyampaikan pendapat, serta lebih aktif berinteraksi dengan teman sebaya. Suasana belajar yang sebelumnya cenderung tenang dan kaku pun berubah menjadi lebih hangat, komunikatif, dan penuh semangat.

Antusiasme siswa terlihat dari berbagai respons spontan selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa kelas II, Fikri, dengan penuh semangat berkata, “Kak, kok cepat sekali pulangnya? Tambah seminggu lagi, masih ingin bersama kakak.” Bahkan dalam sesi berbagi, seorang siswa juga mengungkapkan, “Selama ini aku jarang terbuka, loh Kak.” Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menghadirkan aktivitas yang menyenangkan, tetapi juga membangun rasa aman dan kepercayaan bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan mereka.

Dukungan juga datang dari pihak sekolah. Dalam acara penutupan kegiatan, guru kelas V SDN Medang Ara, Ibu Ritayana, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan, baik dalam aspek pembelajaran maupun pendampingan sosial bagi para siswa.

Adapun luaran dari kegiatan ini meliputi galeri cita-cita siswa, hasil karya kolase dan gambar, dokumentasi foto serta video kegiatan, serta materi psikoedukasi yang dapat dimanfaatkan kembali oleh pihak sekolah sebagai bagian dari keberlanjutan program. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Fakultas Psikologi UNY menunjukkan kontribusi nyata dalam mengaplikasikan ilmu psikologi untuk mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya dalam membantu anak-anak membangun kembali rasa aman, harapan, dan semangat belajar di tengah proses pemulihan.