Fakultas PsikologiUniversitas Negeri Yogyakarta
Jalan Colombo No. 1
Karangmalang Sleman, Yogyakarta 55281
Indonesia
Alamat surel: humas_fp@uny.ac.id, sekretaris.dekanfp@uny.ac.id
Instagram: @psikologiuny

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam mewujudkan kehidupan lansia yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan kognitif yang membutuhkan perhatian serta dukungan dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Dalam konteks masyarakat pedesaan, keluarga memiliki peran yang sangat penting sebagai sistem pendukung utama bagi lansia, baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, memberikan dukungan emosional, maupun mendampingi lansia untuk mengakses layanan kesehatan berbasis masyarakat seperti Posyandu Lansia.
Meskipun demikian, berbagai permasalahan masih dijumpai dalam praktik pendampingan lansia di tingkat keluarga. Pengetahuan keluarga mengenai proses penuaan dan perawatan lansia masih terbatas, komunikasi antara anggota keluarga dengan lansia belum sepenuhnya bersifat empatik, serta keterlibatan keluarga dalam kegiatan Posyandu Lansia masih relatif rendah. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas hidup lansia dan menghambat optimalisasi layanan Posyandu Lansia sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Keluarga Peduli Lansia: Program Edukasi dan Pendampingan Berbasis Posyandu Lansia." Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Juni 2026 bertempat di Gedung Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta Wonosari, dengan sasaran utama kader Posyandu Lansia serta anggota keluarga yang memiliki lansia di Dusun Kenteng, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dukuh Padukuhan Kenteng yang menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Fakultas Psikologi UNY dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan lansia di tingkat desa. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa keberhasilan pembangunan masyarakat tidak hanya diukur dari kesejahteraan generasi muda, tetapi juga dari bagaimana masyarakat memberikan perhatian dan penghargaan kepada kelompok lansia sebagai sumber pengalaman, nilai, dan kebijaksanaan dalam keluarga maupun lingkungan sosial.
Program pengabdian ini dirancang menggunakan pendekatan partisipatif dan berbasis pengalaman (experiential learning), sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai aktivitas pelatihan. Pelatihan terdiri atas tiga sesi utama, yaitu Perawatan Lansia, Dukungan Psikologis dan Aktivitas Bermakna bagi Lansia, serta Komunikasi Empatik pada Lansia. Ketiga sesi tersebut disusun secara berkesinambungan untuk memperkuat kapasitas keluarga dalam memberikan pendampingan yang holistik kepada lansia.
Pada sesi pertama, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses penuaan, kebutuhan dasar lansia, risiko kesehatan yang umum dialami lansia, serta pentingnya perawatan berbasis keluarga. Melalui kegiatan brainstorming, simulasi, dan role play, peserta diajak memahami berbagai tantangan yang dihadapi lansia dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan empati terhadap kebutuhan fisik maupun psikologis lansia.
Sesi kedua berfokus pada pentingnya dukungan psikologis bagi lansia. Peserta memperoleh pemahaman mengenai kerentanan lansia terhadap kesepian, pentingnya perasaan dihargai, serta berbagai aktivitas sederhana yang dapat meningkatkan kebahagiaan lansia. Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah role play "Lansia yang Merasa Diabaikan", yang memberikan pengalaman kepada peserta untuk memahami dampak kurangnya perhatian dan komunikasi terhadap kondisi emosional lansia. Selain itu, peserta juga berdiskusi mengenai berbagai kasus yang sering dijumpai dalam keluarga sehingga mampu menemukan solusi bersama berdasarkan pengalaman masing-masing.
Pada sesi ketiga, peserta mempelajari keterampilan komunikasi empatik sebagai fondasi utama dalam membangun hubungan yang sehat dengan lansia. Materi yang diberikan meliputi konsep komunikasi efektif, teknik mendengarkan aktif, penggunaan pertanyaan terbuka, pemberian afirmasi positif, serta cara merespons perasaan lansia secara empatik. Melalui role play "Dengarkan Aku Sebentar", peserta mempraktikkan secara langsung bagaimana komunikasi yang penuh perhatian mampu membuat lansia merasa didengar, dihargai, dan tetap memiliki peran penting dalam keluarga.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Kader Posyandu Lansia maupun anggota keluarga secara aktif mengikuti diskusi, berbagi pengalaman, serta merefleksikan praktik pendampingan yang selama ini dilakukan di rumah. Suasana pelatihan berlangsung hangat dan partisipatif karena peserta diberikan kesempatan untuk saling belajar, bertukar pengalaman, serta menyusun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendampingan lansia di lingkungan keluarga.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi UNY berharap keluarga tidak hanya memahami cara merawat lansia dari aspek kesehatan fisik, tetapi juga mampu memberikan dukungan psikologis, membangun komunikasi yang empatik, serta meningkatkan partisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu Lansia. Penguatan kapasitas keluarga diharapkan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia sekaligus memperkuat fungsi Posyandu Lansia sebagai pusat layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan lansia berbasis keluarga dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan memperluas akses kelompok lansia terhadap layanan kesehatan dan dukungan sosial, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader Posyandu Lansia, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih ramah lansia.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kalurahan Pacarejo, kader Posyandu Lansia, serta seluruh keluarga peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Sinergi yang terjalin diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya keluarga yang semakin peduli terhadap lansia, sehingga mereka dapat menjalani masa tua dengan sehat, bahagia, bermartabat, dan tetap menjadi bagian yang bermakna dalam kehidupan keluarga serta masyarakat.

Fakultas PsikologiCopyright © 2026,