Apa yang Sebenarnya Kita Ukur? Laboratorium Psikologi UNY Bahas Teori Objek Meinong dalam Konstruk Psikometris

Yogyakarta – Laboratorium Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Journal Club Psikologi bertajuk "Teori Objek Meinong dalam Konstruk Ukur Psikometris" pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat 2, Gedung Fakultas Psikologi UNY lantai 3 ini menghadirkan Rizqy Cahyo Utomo, M.Psi., Psikolog sebagai narasumber. Forum akademik tersebut menjadi ruang diskusi untuk mengeksplorasi keterkaitan antara pemikiran filosofis dan pengembangan konstruk dalam pengukuran psikologis, khususnya dari perspektif psikometri.

Pembahasan mengenai konstruk psikologis tidak dapat dilepaskan dari pertanyaan mendasar tentang apa yang sebenarnya diukur melalui suatu instrumen psikologi. Sebelum suatu atribut psikologis diterjemahkan menjadi indikator dan butir pengukuran, diperlukan proses konseptualisasi yang jelas mengenai karakteristik, batasan, serta makna konstruk tersebut. Hal ini menjadi penting karena banyak atribut psikologis, seperti kecerdasan, kepribadian, motivasi, dan kecemasan, tidak dapat diamati secara langsung. Pengukuran terhadap atribut tersebut membutuhkan representasi melalui indikator empiris yang disusun berdasarkan landasan teoretis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam Journal Club kali ini, Teori Objek Meinong menjadi perspektif filosofis yang digunakan untuk mengeksplorasi persoalan mengenai objek dan keberadaannya. Pemikiran Alexius Meinong memberikan sudut pandang bahwa objek pemikiran tidak selalu harus memiliki keberadaan aktual atau eksistensi fisik untuk dapat dibicarakan dan memiliki karakteristik tertentu. Perspektif tersebut membuka ruang pembahasan mengenai bagaimana suatu objek dapat dipahami melalui sifat-sifat yang melekat padanya, termasuk objek abstrak dan objek yang tidak memiliki keberadaan aktual. Dalam konteks ilmu psikologi, pemikiran ini menarik untuk dikaji karena konstruk psikologis juga merupakan konsep teoretis yang digunakan untuk menjelaskan atribut manusia melalui karakteristik tertentu.

Keterkaitan antara teori objek Meinong dan pengukuran psikometris memberikan ruang refleksi terhadap proses pembentukan dan pendefinisian konstruk. Dalam pengembangan instrumen, konstruk tidak sekadar menjadi label bagi sekumpulan butir pertanyaan, tetapi merupakan konsep teoretis yang perlu memiliki batasan dan representasi yang jelas. Ketepatan dalam mendefinisikan konstruk akan memengaruhi bagaimana indikator disusun, bagaimana instrumen dikembangkan, serta bagaimana hasil pengukuran diinterpretasikan. Oleh karena itu, pembahasan filosofis dapat menjadi salah satu landasan untuk meninjau kembali asumsi-asumsi yang digunakan dalam proses pengukuran psikologis.

Diskusi ini juga memperlihatkan bahwa psikometri memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan filsafat ilmu. Ketepatan analisis statistik dan pemilihan model pengukuran memang menjadi bagian penting dalam evaluasi kualitas instrumen, tetapi keduanya perlu didukung oleh kejelasan konseptual mengenai atribut yang hendak diukur. Instrumen dengan karakteristik statistik yang baik tetap membutuhkan landasan teoretis yang kuat agar interpretasi skor memiliki makna yang sesuai dengan konstruk yang direpresentasikan. Dengan demikian, pengembangan pengukuran psikologis memerlukan perpaduan antara ketelitian metodologis, pemahaman teoretis, dan refleksi filosofis.

Penyelenggaraan Journal Club Psikologi ini merupakan salah satu upaya Laboratorium Psikologi Fakultas Psikologi UNY dalam menyediakan ruang pertukaran gagasan dan pengembangan wawasan akademik. Melalui pembahasan tema yang menghubungkan filsafat dengan psikometri, kegiatan ini turut mendorong pendekatan interdisipliner dalam memahami persoalan-persoalan pengukuran psikologis. Forum seperti ini juga memberikan kesempatan bagi sivitas akademika untuk mendiskusikan kembali dasar-dasar konseptual suatu bidang keilmuan, sehingga pengembangan ilmu psikologi tidak hanya berorientasi pada penerapan metode, tetapi juga pada penguatan fondasi pengetahuan yang mendasarinya.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), khususnya dalam mendukung pembelajaran sepanjang hayat, pengembangan kapasitas akademik, dan penguatan budaya diskusi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini relevan dengan SDGs ke-9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan fondasi keilmuan yang dapat mendukung inovasi dalam pengembangan instrumen dan metode pengukuran psikologis. Penyelenggaraan forum akademik ini juga mencerminkan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan pengetahuan melalui eksplorasi gagasan dan pendekatan lintas disiplin.

Melalui Journal Club Psikologi, Laboratorium Psikologi Fakultas Psikologi UNY terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang terbuka terhadap pemikiran kritis dan perkembangan berbagai perspektif keilmuan. Diskusi mengenai Teori Objek Meinong dalam konstruk ukur psikometris diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai landasan filosofis pengukuran psikologis sekaligus memperluas perspektif dalam pengembangan konstruk dan instrumen psikometri. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Psikologi UNY dalam mendukung pengembangan ilmu psikologi yang berlandaskan pemikiran kritis, ketelitian ilmiah, dan pembelajaran berkelanjutan.