Fakultas PsikologiUniversitas Negeri Yogyakarta
Jalan Colombo No. 1
Karangmalang Sleman, Yogyakarta 55281
Indonesia
Alamat surel: humas_fp@uny.ac.id, sekretaris.dekanfp@uny.ac.id
Instagram: @psikologiuny

Aceh Tamiang, 20 Januari 2026 – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam program KKN Kemanusiaan berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Samudra (UNSAM) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Satu Garis Berhenti: Memutus Rantai KDRT dan Menyembuhkan Trauma Keluarga”. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Plus Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program KKN Kemanusiaan Kelompok 22 yang melibatkan mahasiswa lintas disiplin dari UNY dan UNSAM. Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sekaligus mendukung pemulihan kondisi psikologis keluarga yang terdampak bencana banjir. Sebanyak 22 ibu rumah tangga Desa Bukit Panjang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Materi disampaikan oleh dua narasumber dari tim KKN, yaitu Ria Adila dari Fakultas Hukum Universitas Samudra dan Danella Jasmine dari Fakultas Psikologi UNY. Kolaborasi lintas disiplin ini menghadirkan perspektif yang saling melengkapi, mulai dari aspek hukum hingga pendekatan psikologis dalam menjaga ketahanan keluarga.
Pada sesi pertama, Ria Adila memaparkan berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang kerap terjadi di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa KDRT tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat muncul dalam bentuk kekerasan psikologis maupun ekonomi. Ria juga menguraikan langkah-langkah hukum yang dapat ditempuh oleh korban serta pentingnya keberanian masyarakat untuk mencari bantuan ketika menghadapi atau menyaksikan kasus KDRT di lingkungan sekitar. Sesi berikutnya disampaikan oleh Danella Jasmine yang membahas pemulihan kesehatan mental pasca bencana. Ia menjelaskan bahwa perubahan kondisi hidup setelah banjir sering kali memicu stres berkepanjangan yang dapat memengaruhi dinamika hubungan dalam keluarga. Dalam pemaparannya, peserta diajak mengenali tanda-tanda trauma pasca bencana serta memahami berbagai respons emosional dan fisik yang mungkin muncul.
Selain itu, peserta juga mempraktikkan beberapa teknik sederhana untuk menenangkan diri dan menjaga keseimbangan emosi dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan dialogis. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif berbagi pengalaman serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait kondisi yang mereka alami setelah bencana. “Bencana juga bisa menimbulkan luka batin yang sering tidak terlihat. Lewat kegiatan ini, kami ingin mengingatkan bahwa merawat kesehatan mental sama pentingnya dengan memulihkan kondisi fisik setelah bencana. Ketika keluarga saling mendukung, proses bangkit bersama akan menjadi lebih kuat,” ujar Danella.
Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterbukaan peserta selama diskusi menunjukkan bahwa ruang dialog mengenai kesehatan mental dan ketahanan keluarga sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5: Kesetaraan Gender dan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan keluarga serta kesehatan mental sebagai bagian dari proses pemulihan pasca bencana.
Melalui sosialisasi ini, para mahasiswa berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki keberanian untuk saling mendukung, mencegah, dan menghentikan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Para peserta juga diharapkan dapat menjadi penggerak di lingkungan sekitar dalam menyebarkan pemahaman tentang pentingnya keluarga yang aman, sehat, dan saling menguatkan. Kegiatan kolaboratif ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa Fakultas Psikologi UNY dalam mengimplementasikan ilmu psikologi di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan sosial di wilayah terdampak bencana.

Fakultas PsikologiCopyright © 2026,