Fakultas Psikologi UNY Selenggarakan Workshop Optimalisasi Project-based Learning untuk Penguatan Pembelajaran Berdampak

Yogyakarta – Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Workshop Optimalisasi Project-based Learning untuk Penguatan Pembelajaran Berdampak pada Senin (20/7/2026) di UNY Hotel. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Moh. Abdul Hakim, S.Psi., M.A., dosen dari Universitas Sebelas Maret (UNS), sebagai narasumber utama. Workshop diikuti oleh dosen Fakultas Psikologi UNY sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Kegiatan dibuka dengan sambutan pimpinan fakultas yang menegaskan bahwa transformasi pembelajaran di perguruan tinggi memerlukan inovasi yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan adalah Project-based Learning (PjBL), yaitu model pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar melalui penyelesaian proyek yang berkaitan dengan permasalahan nyata.

Dalam sesi utama, Dr. Moh. Abdul Hakim memaparkan konsep dasar Project-based Learning sebagai pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan refleksi. Menurut beliau, pembelajaran di perguruan tinggi perlu memberikan pengalaman belajar yang autentik sehingga mahasiswa mampu menghubungkan teori dengan praktik serta menghasilkan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut, narasumber menjelaskan tahapan implementasi Project-based Learning mulai dari perumusan capaian pembelajaran, identifikasi permasalahan kontekstual, perancangan proyek, pendampingan proses belajar, hingga penyusunan asesmen yang mampu mengukur pencapaian kompetensi mahasiswa secara komprehensif. Penilaian dalam Project-based Learning, menurut beliau, tidak hanya berorientasi pada hasil akhir proyek, tetapi juga memperhatikan proses kolaborasi, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan refleksi mahasiswa selama pelaksanaan proyek.

Workshop juga membahas strategi mengintegrasikan Project-based Learning ke dalam kurikulum pendidikan tinggi, termasuk penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), desain aktivitas pembelajaran, penyusunan rubrik penilaian, serta pemanfaatan mitra eksternal sebagai bagian dari pengalaman belajar mahasiswa. Melalui berbagai contoh praktik baik yang telah diterapkan di Universitas Sebelas Maret, peserta memperoleh gambaran mengenai implementasi Project-based Learning yang efektif dalam mendukung pembelajaran yang berdampak.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Para dosen secara aktif berdiskusi mengenai tantangan implementasi Project-based Learning di lingkungan Fakultas Psikologi UNY, mulai dari penyesuaian capaian pembelajaran, pengelolaan proyek mahasiswa, hingga evaluasi hasil belajar. Sesi diskusi juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ilmu psikologi.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi UNY menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi dosen dan pengembangan inovasi pedagogis. Implementasi Project-based Learning diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna, mendorong keterlibatan aktif mahasiswa, serta menghasilkan lulusan yang adaptif, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi, workshop ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning) sekaligus memperluas kolaborasi antarperguruan tinggi dalam pengembangan praktik-praktik pembelajaran inovatif.

Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Penyelenggaraan workshop ini mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi dosen dalam mengembangkan pembelajaran inovatif dan berkualitas, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan kompetensi mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi akademik antara Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Sebelas Maret dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berkelanjutan.