Coaching Karir Berkelanjutan bagi Guru Bimbingan dan Konseling SMA Kabupaten Sleman: Meningkatkan Kesiapan Menghadapi Dunia Kerja melalui Penguatan Layanan Konseling Karir

Perubahan dunia kerja yang semakin dinamis akibat perkembangan teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menuntut peserta didik memiliki kesiapan karir yang lebih baik sejak di bangku sekolah. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan baru bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai garda terdepan dalam membantu siswa mengenali potensi diri, mengeksplorasi pilihan karir, serta mengambil keputusan karir yang tepat. Oleh karena itu, guru BK tidak lagi hanya berperan sebagai penyedia informasi mengenai pendidikan lanjutan dan dunia kerja, tetapi juga dituntut mampu menjadi fasilitator yang mendampingi siswa melalui proses coaching dan konseling karir secara berkelanjutan.

Meskipun demikian, praktik layanan karir di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan. Layanan yang diberikan sering kali berfokus pada penyampaian informasi mengenai jurusan atau perguruan tinggi, sementara proses eksplorasi potensi, refleksi diri, dan pengambilan keputusan karir siswa belum sepenuhnya memperoleh perhatian. Akibatnya, tidak sedikit siswa yang masih mengalami kebingungan dalam menentukan pilihan pendidikan maupun pekerjaan setelah lulus dari SMA. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan kompetensi guru BK dalam menerapkan pendekatan coaching karir yang lebih partisipatif, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa.

Sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Coaching Karir Berkelanjutan: Pemanfaatan Konseling Karir untuk Meningkatkan Kesiapan Menghadapi Dunia Kerja." Kegiatan ini dilaksanakan pada 29 Juli 2026 bekerja sama dengan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Sleman dan diikuti oleh 40 guru BK SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Sleman. Program ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Psikologi UNY dalam mendukung peningkatan kapasitas profesional guru BK agar mampu memberikan layanan karir yang lebih adaptif terhadap perubahan dunia kerja.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan MGBK Kabupaten Sleman yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Fakultas Psikologi UNY dan MGBK dalam mendukung peningkatan kompetensi guru BK. Dalam sambutannya juga disampaikan bahwa penguatan layanan karir di sekolah merupakan kebutuhan yang semakin mendesak mengingat perubahan karakteristik dunia kerja dan meningkatnya kompleksitas pilihan pendidikan lanjutan yang dihadapi siswa SMA.

Materi pertama mengangkat tema coaching karir sebagai pendekatan baru dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Pada sesi ini peserta memperoleh pemahaman mengenai perubahan dunia kerja, karakteristik karir masa depan, serta peran guru BK sebagai career coach yang mampu membantu siswa mengenali potensi, nilai, minat, dan tujuan karirnya. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan prinsip-prinsip coaching, teknik membangun komunikasi yang memberdayakan, active listening, powerful questioning, serta model GROW sebagai kerangka dalam memfasilitasi proses pengambilan keputusan karir siswa.

Materi kedua membahas konseling karir sebagai proses pendampingan yang membantu siswa menghadapi berbagai hambatan dalam menentukan pilihan karir. Melalui pendekatan ini, guru BK didorong untuk tidak hanya memberikan informasi mengenai pendidikan dan pekerjaan, tetapi juga membantu siswa memahami dirinya sendiri, mengeksplorasi berbagai alternatif karir, serta membangun kesiapan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. Penyampaian materi didasarkan pada teori eksplorasi karir dan perkembangan karir yang menekankan pentingnya proses mengenali potensi diri sebagai dasar dalam pengambilan keputusan karir.

Selain penyampaian materi, kegiatan dikemas secara interaktif melalui diskusi kasus yang diangkat dari pengalaman nyata guru BK di sekolah. Peserta diajak menganalisis berbagai permasalahan yang sering muncul dalam layanan konseling karir, seperti kebingungan siswa dalam menentukan pilihan pendidikan setelah lulus SMA, perbedaan harapan antara siswa dan orang tua, serta rendahnya kepercayaan diri siswa dalam mengambil keputusan karir. Diskusi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman antarguru BK sekaligus sarana untuk mendiskusikan alternatif strategi coaching dan konseling yang lebih efektif.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Guru-guru BK aktif menyampaikan pengalaman praktik layanan karir di sekolah masing-masing, mendiskusikan tantangan yang mereka hadapi, serta berbagi berbagai strategi yang selama ini diterapkan dalam mendampingi siswa. Interaksi yang dinamis antara narasumber dan peserta menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap pengembangan kompetensi coaching karir sebagai bagian dari layanan BK di sekolah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan guru BK memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan coaching dan konseling karir sehingga mampu mendampingi siswa secara lebih sistematis dalam mengeksplorasi potensi diri, merencanakan masa depan, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah, tetapi juga berkontribusi pada terbentuknya lulusan SMA yang lebih siap menghadapi tantangan pendidikan tinggi maupun dunia kerja yang semakin kompetitif.

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini berkontribusi terhadap SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan kesejahteraan psikologis siswa dalam menghadapi proses pengambilan keputusan karir dan peningkatan kapasitas guru BK sebagai pendamping psikososial di sekolah. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi profesional guru dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling karir yang berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Fakultas Psikologi UNY dan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Sleman dalam mengembangkan kapasitas pendidik dan meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Sleman atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar. Diharapkan kolaborasi ini dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengembangan profesional guru BK sehingga layanan coaching dan konseling karir di sekolah semakin berkualitas serta mampu mendukung terwujudnya generasi muda Indonesia yang memiliki kesiapan karir, tangguh menghadapi perubahan, dan berdaya saing di masa depan