Fakultas Psikologi UNY Perkuat Kompetensi Guru PAUD Lombok Timur dalam Deteksi Dini Perkembangan Anak

Lombok Timur – Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan peningkatan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam melakukan deteksi dini perkembangan anak. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur serta Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai upaya memperkuat kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Pelatihan dilaksanakan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Lombok Timur. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, jumlah satuan PAUD dan lembaga pendidikan nonformal terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pendidikan usia dini sekaligus menuntut peningkatan kompetensi pendidik dalam memberikan layanan yang berkualitas.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, L. M. Jauhari Marjani, menyampaikan bahwa bertambahnya jumlah satuan PAUD mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini. Menurutnya, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan profesionalisme tenaga pendidik agar setiap lembaga mampu memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian dari Fakultas Psikologi UNY menghadirkan materi mengenai deteksi dini perkembangan anak usia 4–6 tahun sebagai bekal bagi guru maupun orang tua dalam mengenali perkembangan anak secara komprehensif. Materi disampaikan oleh Dr. Rita Eka Izzaty, M.Si., Psikolog, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidik dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Menurut Rita Eka Izzaty, pemahaman mengenai perkembangan psikologis anak antara guru dan orang tua memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga diperlukan pendekatan yang saling melengkapi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian dirancang dalam dua jalur pendampingan yang berjalan secara paralel, yakni pelatihan bagi guru dan edukasi bagi orang tua. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun sinergi dalam melakukan pemantauan perkembangan anak secara berkelanjutan.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh materi konseptual, tetapi juga dikenalkan dengan berbagai instrumen deteksi dini perkembangan anak beserta langkah-langkah intervensi awal yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun keluarga. Melalui sesi praktik, para guru diajak memahami cara menggunakan alat deteksi dini untuk mengidentifikasi potensi hambatan perkembangan sehingga anak dapat memperoleh penanganan yang tepat sedini mungkin.

Para peserta juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran di PAUD, mulai dari pengamatan perkembangan motorik, bahasa, sosial-emosional, hingga kesiapan belajar anak. Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan ruang bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman serta memperoleh solusi berbasis keilmuan psikologi.

Wakil HIMPAUDI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Usman, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Fakultas Psikologi UNY dengan pemerintah daerah dan HIMPAUDI. Menurutnya, kerja sama tersebut memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas guru PAUD sekaligus mempererat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan anak usia dini.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi UNY kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui diseminasi ilmu psikologi yang aplikatif bagi dunia pendidikan. Diharapkan kompetensi guru PAUD dan orang tua dalam melakukan deteksi dini perkembangan anak semakin meningkat sehingga setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan tahap perkembangannya.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan deteksi dini perkembangan dan kesehatan psikologis anak, SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi pendidik PAUD dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi profesi, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.