Fakultas PsikologiUniversitas Negeri Yogyakarta
Jalan Kenari No. 6
Umbulharjo, Yogyakarta 55166
Indonesia
Alamat surel: humas_fp@uny.ac.id, sekretaris.dekanfp@uny.ac.id
Instagram: @psikologiuny

YOGYAKARTA – Perkembangan era digital dan transformasi teknologi informasi saat ini menghadirkan tantangan sosial yang semakin kompleks, terutama terkait dengan pola pengasuhan anak dan perlindungan generasi muda dari berbagai ancaman di dunia maya. Penggunaan media sosial yang tidak bijak di kalangan remaja acapkali menjadi pintu masuk utama munculnya berbagai permasalahan psikologis dan perilaku destruktif. Fenomena perundungan (bullying) yang marak terjadi di lingkungan sekolah, sebagaimana kasus yang sempat menyita perhatian publik di SMAN 72 Jakarta, menunjukkan betapa rapuhnya ketahanan mental remaja ketika terpapar dampak negatif media sosial tanpa pendampingan yang memadai. Tekanan psikologis akibat cyberbullying yang bersimbiosis dengan paparan konten-konten provokatif kerap membentuk celah kerentanan sosial, di mana remaja yang merasa terasing mencari validasi di ruang-ruang digital yang salah, hingga akhirnya terindikasi masuk ke dalam jaringan kejahatan maupun paham radikalisme.
Berangkat dari kesadaran mendalam akan ancaman nyata tersebut, Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) DIY Densus 88 Anti Teror Polri melaksanakan kunjungan kerja dan koordinasi strategis ke Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (FP UNY) pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pertemuan penting yang berlangsung di Ruang Rapat Dekanat FP UNY ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, para pakar psikologi, serta tim Satgaswil DIY Densus 88. Kunjungan ini menjadi awal dari penjajakan kemitraan yang berfokus pada pembahasan upaya penanganan dan pencegahan terorisme melalui pendekatan preventif yang humanis, edukatif, dan berbasis pada lingkungan terkecil masyarakat, yaitu keluarga melalui penguatan peran parenting. Penjajakan sinergi ini menggarisbawahi pentingnya menggeser paradigma penanggulangan radikalisme dari tindakan represif di hilir menjadi tindakan pencegahan dini di hulu, dengan sasaran utama anak-anak usia sekolah di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam diskusi ilmiah tersebut, perwakilan Satgaswil DIY Densus 88 menekankan bahwa pola perekrutan dan penyebaran paham radikal pada era modern telah mengalami pergeseran taktik yang sangat signifikan. Media sosial kini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok ekstremis sebagai alat propaganda yang menargetkan emosi dan ketidakstabilan psikologis remaja. Dalam banyak kasus yang ditangani, ketidakhadiran pola komunikasi yang sehat di dalam keluarga serta kurangnya literasi digital orang tua menjadi faktor pendukung utama mengapa remaja begitu mudah terpengaruh oleh doktrin-doktrin berbahaya di media sosial. Oleh karena itu, Satgaswil DIY Densus 88 memandang bahwa pencegahan terorisme harus dimulai dari rumah melalui pola pengasuhan yang responsif, penuh empati, serta mampu membentengi anak dari paparan konten radikal.
Kunjungan koordinasi ini dirancang sebagai pintu utama dan landasan awal menuju perumusan kerja sama resmi dalam bentuk program sosialisasi terpadu yang nantinya akan diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah di wilayah DIY. Dalam rencana kolaborasi tersebut, Densus 88 berniat menggandeng secara aktif para akademisi dan psikolog dari FP UNY untuk menyusun materi edukasi parenting yang komprehensif. Keterlibatan pakar psikologi UNY dinilai sangat krusial untuk memberikan landasan ilmiah mengenai kesehatan mental remaja, pemahaman psikologi perkembangan, serta strategi komunikasi efektif antara orang tua, guru, dan anak. Pembahasan ini memastikan bahwa program sosialisasi yang sedang dirancang bersama tidak hanya berfokus pada aspek keamanan nasional, tetapi juga menyentuh akar permasalahan psikologis dan pengasuhan anak di rumah.
Inisiasi langkah kolaboratif ini sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) melalui perlindungan kesehatan mental remaja, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dengan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari bullying dan radikalisme, SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui upaya pencegahan kekerasan dan terorisme, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) yang terwujud lewat penjajakan kerja sama lintas sektor antara lembaga kepolisian dan perguruan tinggi. Melalui proses penjajakan kemitraan ini, FP UNY dan Densus 88 optimistis dapat merumuskan program bersama yang kokoh demi mewujudkan generasi muda Yogyakarta yang cerdas, berkarakter, dan tangguh di era digital.

Fakultas PsikologiCopyright © 2026,