Pelatihan Mengatasi Emotional Fatigue bagi Guru Bimbingan dan Konseling SMA se-Kabupaten Kulon Progo: Wujud Kepedulian terhadap Kesejahteraan Psikologis Pendidik

Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun kesejahteraan psikologis peserta didik. Di balik tugasnya sebagai pendengar yang baik, pendamping, konselor, sekaligus fasilitator perkembangan siswa, guru BK menghadapi tuntutan emosional yang tinggi setiap harinya. Mereka tidak hanya membantu siswa mengatasi permasalahan akademik, sosial, maupun pribadi, tetapi juga dituntut untuk tetap mampu memberikan dukungan emosional secara konsisten kepada banyak individu dengan latar belakang permasalahan yang beragam.

Di tengah kompleksitas tersebut, guru BK berisiko mengalami emotional fatigue, yaitu kondisi kelelahan emosional yang muncul akibat paparan stres berkepanjangan serta intensitas tinggi dalam mendampingi individu lain. Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis guru, menurunkan kualitas layanan bimbingan dan konseling, bahkan berdampak pada efektivitas proses pendidikan secara keseluruhan.

Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan pelatihan bertajuk "Mengatasi Emotional Fatigue Guru Bimbingan dan Konseling SMA di Kulon Progo." Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Suwarjo, M.Si., bersama A'yunin Akrimni Darojat, M.Psi., Psikolog., dan Ika Wahyu Pratiwi, M.Psi., Psikolog., serta melibatkan mahasiswa Program Magister Psikologi dan Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Psikologi UNY sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. Sesi pertama berlangsung secara daring pada 23 Juni 2026, sedangkan sesi kedua dilaksanakan secara luring pada 25 Juni 2026 bertempat di SMA Negeri 1 Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini diikuti oleh para guru BK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA se-Kabupaten Kulon Progo.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua MGBK Kabupaten Kulon Progo, Bapak Sutardi, S.Psi., M.Pd., yang menyampaikan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental guru BK sebagai ujung tombak layanan psikologis di sekolah. Sambutan berikutnya disampaikan oleh A'yunin Akrimni Darojat, M.Psi., Psikolog., yang menegaskan bahwa menjaga kesehatan mental guru bukan hanya menjadi kebutuhan individu, tetapi juga merupakan investasi penting bagi terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep emotional fatigue, faktor-faktor penyebabnya, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, serta dampaknya terhadap kehidupan profesional maupun personal. Selain penyampaian materi secara interaktif, peserta juga diajak mempraktikkan berbagai strategi berbasis psikologi untuk meningkatkan resiliensi dan menjaga kesejahteraan psikologis.

Beberapa strategi yang dipraktikkan meliputi self-care, sebagai upaya menjaga keseimbangan fisik dan mental; grounding, untuk membantu mengelola stres serta meningkatkan kesadaran terhadap kondisi diri saat ini; serta peer support, yaitu saling memberikan dukungan emosional antarsesama guru BK melalui berbagi pengalaman, refleksi, dan penguatan.

Sesi peer support menjadi salah satu bagian yang paling berkesan selama kegiatan berlangsung. Dalam suasana yang hangat dan penuh empati, para peserta saling berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi ketika mendampingi siswa dengan berbagai permasalahan, mulai dari kesehatan mental, konflik keluarga, perundungan, hingga tekanan akademik. Tingginya antusiasme peserta membuat sesi ini berlangsung lebih lama dari waktu yang telah direncanakan, karena banyak guru merasa memperoleh ruang yang aman untuk didengarkan sekaligus mendapatkan dukungan dari rekan sejawat yang memiliki pengalaman serupa.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis guru BK merupakan fondasi penting dalam mewujudkan layanan bimbingan dan konseling yang berkualitas. Guru yang memiliki kondisi psikologis yang sehat akan lebih mampu membangun hubungan yang positif dengan peserta didik, memberikan layanan konseling secara optimal, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih suportif dan inklusif.

Pelaksanaan pengabdian ini juga sejalan dengan komitmen terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis para pendidik. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 4 (Quality Education) karena guru yang sehat secara mental memiliki kapasitas lebih baik dalam memberikan layanan pendidikan dan bimbingan yang berkualitas bagi peserta didik. Kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan organisasi profesi guru juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui sinergi multipihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi UNY menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Kulon Progo atas kolaborasi yang telah terjalin dengan baik, serta kepada SMA Negeri 1 Pengasih yang telah menjadi tuan rumah dan memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan. Diharapkan kerja sama ini dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengembangan kapasitas guru sehingga kesejahteraan psikologis guru BK semakin meningkat dan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat terus berkembang demi mendukung terciptanya generasi muda yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.